Indonesia/ Bumi Nusantara (Jawa) lama sekali dijajah oleh Belanda, sejak sebelum perang Diponegoro yang berakhir tahun 1830. Waktu itu di Jawa Timur ada Kabupaten yang Besar yaitu Sumoroto yang termasuk wilayah Tulungagung. Bupati Sumoroto yang disebut pangeran saat itu adalah Raden Mas Adipati Brotodiningrat yang berkuasa tahun 1802-1826. Urut-urutan yang pernah berkuasa di Sumoroto adalah sebagai berikut:
Gelar pangeran para penguasa tersebut merupakan pemberian Pemerintahan Hindia Belanda. RM Dipati Brotodiningrat juga mempunyai sebutan Pangeran Kusumaningayu, yang mengandung arti “Orang ningrat yang mendapat anugerah wahyu kerajaan untuk memimpin negara”.RM Adipati Brotodiningrat mempunyai 2 (dua) anak yaitu:
Raden Ronggowirjodiningrat berkuasa di Tulungagung sebagai Bupati - Wedono pada tahun 1826 – 1844, yang diawasi Belanda dan wilayahnya semakin sempit. Raden Surowidjojo bukan bendoro Raden Mas, tetpi cukup Raden Aryo, menurut kebiasaan orang-orang Jawa Timur. Raden Surowidjojo memiliki “kemuliaan dan kewibawaan yang besar”. Menurut lingkungan ningrat Jawa, Raden Surowidjojo adalah nama tua, sedang nama kecilnya adalah Raden Surosentiko atau Suratmoko yang memakai julukan “SAMIN” yang artinya “ SAMI- SAMI AMIN” atau dengan arti lain bila semua setuju dianggap sah karena mendapat dukungan rakyat banyak.